Kuhadapkan muka hatiku

on Senin, 07 September 2009

Saat ku berdiri tegak, setegak tiang yang tak tergoyangkan, coba tuk satukan hati dan pikiran, ucap syair suci pahami di hati “ Allah Maha Besar lagi sempurna Kebesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore.”
Tunduk kuucap “Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri”, dan “ aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin.”
Semua kulakukan semua ini karena “ Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah Seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya”. Itu pula yang membuat “ aku dari golongan orang muslimin.”
“ Dengan nama Allah Yang Maha pengasih dan penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Yang pengasih dan penyayang. Yang menguasai hari kemudian. Pada-Mulah aku mengabdi dan kepada-Mu lah aku meminta pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus. Bagaikan jalannya orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat. Bukan jalan mereka yang Engkau murkai, atau jalannya orang-orang yang sesat.” Desir lirih syair yang keluar dari mulutku.
Semakin ku tunduk aku berucap “ Maha suci Allah Maha Agung, serta memujilah aku kepada-Nya.”
Dan ku yakin bahwa “ Allah mendengar orang yang memuji-Nya “.
Tak pelak ku berucap “ Ya Allah Tuhan kami, Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu “
Semakin larut aku dalam dimensi-Nya. Dimensi “ Maha suci Allah Maha Tinggi serta memujilah aku kepada-Nya.”
Duduk ku diam, lirih ku memohon “ Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan, angkatlah derajatku, berilah rizqi kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”
Pujianpun terucap “ Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi Muhammad. Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh.”

Tak lupa ikrar “ aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melaikan Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah ”. “ Ya Allah limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad ”.
Akhiri semua dengan Doa “ Ya Allah limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi rahmat kepadaNabi Ibrahim dan keluarganya. Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji dan Maha Mulia “.
Akhir Syair “ Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian “. Apapun yang kulakukan dan kuucap itu sangat berarti bagiku. Meskipun aku masih belajar tuk mengerti, memahami. Yang jelas ikrar yang kuucap benar dari hati dan pikiranku dan syair itu tak luput dari hari-hariku. Sehingga kurasa hariku semakin indah, tentram dalam dekapan-Nya.

1 komentar:

Jingga mengatakan...

Tobat??

*ketawa sambil guling2an di lante*

Posting Komentar