Harga Sebuah Waktu

on Senin, 25 Mei 2009

Berapakah harga waktu anda???
Berapakah harga waktu 1 hari anda?, 1 jam ? 1 menit ?

Jika ada seseorang mau membeli waktu anda, bersediakah anda???

Tanpa kita sadari saat kita bekerja, sebenarnya kita telah menjual waktu kita pada pihak pembeli yaitu perusahaan. Tak hanya waktu saja tapi juga tenaga kita. Andaikan ada seseorang hanya mau membeli waktu anda dengan harga yang sama dengan apa yang diberikan perusahaan, dalam hal ini anda tidak mengeluarkan tenaga maupun pemikiran, hanya waktu anda saja yang dibeli. Bahkan jika anda bersedia, tidak hanya imbalan yang kalian dapat tapi juga kebahagiaan.

Bersediakah anda???

Di bawah ini merupakan kisah tentang jual beli waktu yang mungkin saja bisa terjadi pada anda ……

Seorang anak setiap sore selalu menanti kepulangan ayahnya dari kantor untuk sekedar mengajaknya bermain. Suatu sore, sepulang dari kerja sang ayah ditanya oleh sang anak, “Ayah, ayah kerja di mana sih, kok pulangnya sore terus?” . “Ayah kerja di pemerintahan” jawab ayah. “Ayah kerja mulai jam 07.30 dan selesai jam 17.00” lanjut sang ayah. “Ayah sebulan dibayar berapa sih?” tanya sang anak.
Sambil mengernyitkan dahi si ayah menjawab “ ya, sekitar Rp 4.500.000 nak”.
“kalau sehari berarti berapa yah?” sela si anak
Ayah mulai bingung, “Sekitar Seratus lima puluh ribu, ada apa sih? Kok Tanya gaji segala!”
Tanpa mempedulikan pertanyaan si ayah, si anak terus bertanya, “Kalau setengah hari berarti Rp 75.000, dong?”

“Iya bener, memangnya kenapa?” sahut ayah yang masih bingung dengan pertanyaan sang anak.

Dengan sedikit tersenyum sang anak menjawab pertanyaan ayahnya “Begini yah, saya kan punya tabungan dari sisa uang saku sekolah, jumlahnya kira-kira Rp 70.000. Berarti kurang Rp 5.000 yah supaya jumlahnya Rp 75.000!. Ayah mau gak menambahkan sisanya supaya jumlah uang ku jadi Rp 75.000?”

“Boleh saja, tapi ntar uangnya mau dipakai apa?” ucap ayah yang masih tetap bingung.

“Ntar uang Rp 75.000 itu untuk ayah. Aku mau membeli waktu ayah setengah hari, supaya nanti ayah bisa bersama-sama bermain dengan saya”, jelas si anak sambil tersenyum senang.

“Bolehkan, yah?” pinta sang anak.

Sang Ayah hanya diam terpaku mendengar permintaan anaknya.

0 komentar:

Posting Komentar